Hazara Tribe in Afghanistan
Hazara adalah salah satu suku terbesar ketiga setelah Pashtun dan Tajikistan di Afganistan. Nama “Hazara” dalam bahasa Persia berarti “seribu”. Maksud “seribu” ini adalah seribu pasukan Mongol yang diperintahkan oleh Genghis Khan ketika invasi Mongol ke Afganistan dan beberapa negara Persia lainnya. Para peneliti menyatakan bahwa suku Hazara sudah ada sejak abad ke tiga belas masehi. Fisik mereka yang berbeda dengan etnik Afganistan yang lainnya, yaitu dengan hidung agak kecil dan matanya yang sipit membuat keberadaannya dipertanyakan. Sebagian besar masyarakat Hazara tinggal di Afganistan tengah yang disebut dengan Hazarat. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Persia bercampur dengan bahasa Turki dan Mongol yang dikenal dengan aksen Hazaragi.
Pada tahun 1996-2001, Taliban memimpin Afganistan. Dengan keimanan beragama yang kuat dan keras, Taliban menganiaya dan membantai suku Hazara dengan alasan hanya karena mereka memeluk Islam Syiah. Menurut Taliban, penganut Islam Syiah bukanlah muslim sejati. Hingga pada tahun 1997, diangkatlah seorang gubernur baru oleh Taliban, Mullah Manon Niazi yang dalam pidatonya akan mengancam kematian kepada masyarakat Hazara jika mereka tidak memeluk Islam Sunni. Dengan adanya pembantaian dan penganiaya, beberapa orang Hazara berpikir untuk pergi dan pindah ke negara lain. Setengah populasi suku Hazara, yaitu sekitar 2,5 juta orang sekarang menetap di Iran, Pakistan, Australia, Kanada, Turki, dan Inggris.
Pemerintah Afganstan tidak mengadakan hukum-hukum yang mengatur hak akan penganiayaan terhadap Hazara, terlebih lagi ketika Taliban menguasai negara ini. Karena pemerintah dan Taliban termasuk dalam suku mayoritas di Afganistan, suku Pashtun. Selain masalah agama yang dianut oleh masyarakat Hazara, pelecehan terjadi karena mereka adalah suku keturunan bangsa Mongol, dengan kata lain masyarakat Hazara bukan suku yang murni. Bentuk fisiknya selalu menjadi bual-bualan. Tidak cukup dengan keadaan fisiknya, Hazarat, lingkungan tempat masyarakat Hazara tinggal pun terpencil karena merupakan pegunungan. Berdasarkan pertimbangan ini, penulis bermaksud penelitian untuk mengaji lebih dalam tentang eksistensi suku Hazara di Afganistan dan status sosialnya saat ini di Afganistan.
Monday, February 28, 2011
Citizens
Posted by Who Who? at 4:21 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment