Monday, February 28, 2011

OWL

Easier - An owl is a type of bird that has a round head, large eyes, and a short, hooked bill. Owls usually fly and hunt at night. They catch and eat mice, other small animals, and birds.


Harder - Owls are a bird-type that usually live and hunt alone. Some owls can see well enough in sunlight to hunt by day as well as by night; however, the majority of owl species hunt for food at night. Most night-hunting owls have keen vision in the dark; however, some have such sensitive hearing that they rely very little on vision. These owls locate and catch mice, voles, and other small mammals in total darkness by listening to the rustling noise the animals make running through the forest. Owls eat mostly mammals. The larger owls catch rabbits and squirrels, and the smaller ones catch mice, rats, and shrews. Some owls also hunt a few birds and insects; others have been known to take fish from shallow waters. Like hawks, owls tear large prey into pieces when they eat it. If the prey is small enough, they swallow it whole. They later cough up pellets of undigested bones, fur, scales, and feathers. These owl pellets are found under their nests and roosting areas.

There are about 145 different species of owls. They are found throughout the tropical, temperate, and subarctic regions of the world and on many oceanic islands. The smallest species is the tiny elf owl, measuring about 6 inches (15 centimeters) long, that lives in Southwestern United States and western Mexico. The largest species is the great gray owl that lives deep in woods of Canada and Alaska as far north as trees grow. Gray owls grow to about 30 inches (76 centimeters) long and have a wingspread of 54 to 60 inches (137 to 152 centimeters).
(http://42explore.com/owls.htm)

Citizens

Hazara Tribe in Afghanistan

Hazara adalah salah satu suku terbesar ketiga setelah Pashtun dan Tajikistan di Afganistan. Nama “Hazara” dalam bahasa Persia berarti “seribu”. Maksud “seribu” ini adalah seribu pasukan Mongol yang diperintahkan oleh Genghis Khan ketika invasi Mongol ke Afganistan dan beberapa negara Persia lainnya. Para peneliti menyatakan bahwa suku Hazara sudah ada sejak abad ke tiga belas masehi. Fisik mereka yang berbeda dengan etnik Afganistan yang lainnya, yaitu dengan hidung agak kecil dan matanya yang sipit membuat keberadaannya dipertanyakan. Sebagian besar masyarakat Hazara tinggal di Afganistan tengah yang disebut dengan Hazarat. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Persia bercampur dengan bahasa Turki dan Mongol yang dikenal dengan aksen Hazaragi.
Pada tahun 1996-2001, Taliban memimpin Afganistan. Dengan keimanan beragama yang kuat dan keras, Taliban menganiaya dan membantai suku Hazara dengan alasan hanya karena mereka memeluk Islam Syiah. Menurut Taliban, penganut Islam Syiah bukanlah muslim sejati. Hingga pada tahun 1997, diangkatlah seorang gubernur baru oleh Taliban, Mullah Manon Niazi yang dalam pidatonya akan mengancam kematian kepada masyarakat Hazara jika mereka tidak memeluk Islam Sunni. Dengan adanya pembantaian dan penganiaya, beberapa orang Hazara berpikir untuk pergi dan pindah ke negara lain. Setengah populasi suku Hazara, yaitu sekitar 2,5 juta orang sekarang menetap di Iran, Pakistan, Australia, Kanada, Turki, dan Inggris.
Pemerintah Afganstan tidak mengadakan hukum-hukum yang mengatur hak akan penganiayaan terhadap Hazara, terlebih lagi ketika Taliban menguasai negara ini. Karena pemerintah dan Taliban termasuk dalam suku mayoritas di Afganistan, suku Pashtun. Selain masalah agama yang dianut oleh masyarakat Hazara, pelecehan terjadi karena mereka adalah suku keturunan bangsa Mongol, dengan kata lain masyarakat Hazara bukan suku yang murni. Bentuk fisiknya selalu menjadi bual-bualan. Tidak cukup dengan keadaan fisiknya, Hazarat, lingkungan tempat masyarakat Hazara tinggal pun terpencil karena merupakan pegunungan. Berdasarkan pertimbangan ini, penulis bermaksud penelitian untuk mengaji lebih dalam tentang eksistensi suku Hazara di Afganistan dan status sosialnya saat ini di Afganistan.

Thursday, November 11, 2010

Clouds and Sky

Coba deh kalian buka kamus Inggris, dan cari kata cloud. Kalian akan menemukan beberapa makna untuk cloud. Di antaranya: awan (makna harfiah), bahagia, ngelamun, memperkeruh, dan lainnya. Makna cloud itu ada kaitannya dengan apa yang terjadi dan berkaitan dengan awan itu sendiri.
1. Bahagia, beberapa orang akan merasa tenang dan menghasilkan effect kesenangan jika melihat awan karena jenisnya yang banyak. Dan beberapa jenis awan itu menjadi hiasan bagi langit biru yang cerah.
2. Ngelamun, orang yang sedang melamun secara reflek akan memandang ke atas (awan dan langit).
3. Memperkeruh, awan selain dapat membuat hati seseorang senang dengan melihatnya, sebagai objek pandangan saat melamun, awan juga dapat mengubah keadaan menjadi sebaliknya. Dengan awan yang keruh (mendung) akan menimbulkan hujan. Memang hujan adalah anugrah Tuhan yang sangat. Tapi terkadang, karena hujan sebagian orang mengeluh; jemuranku kehujanan, sepatuku jadi basah, hingga akibat yang dapat menyebabkan banjir. Dengan awan mendung juga, langit biru bukannya ada hiasan putih yang indah malah tertutup dengannya.
Setelah membahas makna cloud dalam kamus Inggris—yang merupakan interpretasi a Wind—kita akan mengenal Kinds of Clouds. Awan terbagi menjadi empat kelompok, yaitu awan rendah, awan tengah, awan tinggi, dan awan vertikal.
To Be Continued...

Tuesday, November 9, 2010

My Short Story

Memang aku belum pernah pergi keluar negeri seperti halnya Andrea Hirata yang dari pengalamannya ia bisa menulis beberapa buku yang orang-orang bilang Best Seller, ataupun pengalaman sepele seperti berpacaran. Salah satu temanku berkata, bahwa aku tidak akan dapat menulis cerita cinta dengan baik karena aku belum pernah mengalaminya. Apakah perkataanya benar? Yah, benar saja memang selama ini aku hanya menulis khayalanku tentang sisi dunia lain, binatang yang dapat berkomunikasi dengan manusia, liliput, leperkan, peri, dan makhluk-makhluk semacamnya yang biasa aku temui di novel-novel terjemahan.

Saat aku mulai mengkhayal dan menulis untuk merangkai kata-kata ini sehingga terbentuk suatu cerita yang menarik, aku selalu berpikir, mengapa penulis-penulis luar negeri itu dapat memainkan imajinasinya dengan sangat luar biasa hingga terkadang mencapai beberapa seri dan itu disajikan dengan halaman yang tidak sedikit. Apakah mereka benar-benar mengalami apa yang ada dalam cerita-ceritanya? Atau apa? Ah aku bingung. Bukan masalah ide cerita saja yang menghalangiku menulis sebuah cerita, tapi juga ekonomi bahasaku yang sangat miskin. Kujamin kalian akan membaca tulisan yang diksinya buruk.

Tadinya aku bermaksud untuk mengirim surat kepada Holly, penulis Spiderwick, menanyakan tentang keberadaan peri, liliput, dan lainnya. Apa dunia mereka sama? Mengapa peri di cerita Harry Potter, Spiderwick, Lord of The Ring berbeda-beda? Tapi apa boleh buat aku tidak mengetahui alamat mereka. Hahaha... Jadi aku ikuti saran Jeff Kinney, pengarang Diary of a Wimpy Kid, yang menyuruh untuk menulis buku harian kita sendiri. Sederhana saja, hanya menuliskan buku harian. Tapi masalahnya apakah hari-hariku menarik untuk dibaca oleh orang lain, dan apakah aku bisa mengemasnya menjadi diary yang menarik? Haha... Kalian baca saja.

Rabu, 14 Juli 2010 aku pulang ke Lampung untuk beberapa waktu, sementara itu les bahasa Jepangku belum selesai. Sampai di rumah aku melihat plafon rumahku—yang berusia 22 tahun—semakin buruk saja keadaannya, apalagi bulan lalu hujan tak henti-hentinya mengguyur rumahku, dan bagusnya ladang jagungku bisa merayakan anugrah Tuhan itu, yang letaknya tujuh kilometer dari rumahku, tepatnya di dekat rumah nenek. Yah kita tidak perlu membahas kebunku yang ada jauh di sana. Kita hanya akan membicarakan lingkungan rumahku saja.
To Be Continued...          

 
design by suckmylolly.com